tawar hati


kalo dari kemaren temen gw nanya, gw lagi kenapa..
liat dr twitter suka nge-post yang ga jelas, ya emang bgitulah belakangan yang lagi gw rasain..
pagi ini aja ud “pedes” sama orang.. then gw pikir kenapa ya masih aja kaya gini?
lalu munculah satu kata yaitu TAWAR HATI..
trus gw inget di bible ada bahas soal ini, cuma gw ga inget secara detail..
lagi pengen cari verse nya di gugel, eh malah ketemu 1 blog yg isinya ttg itu..
check this out ya fren.. hope bisa jadi berkat buat kalian yg ngalamin hal yang sama kaya gw 😉

Tawar hati. Namanya saja sudah tawar, artinya tidak punya rasa lagi, jadi tawar hati bisa dikatakan hati yang sudah hambar. Sungguh celaka jika kita memiliki tawar hati, karena berati hati kita sudah beku, tak mampu lagi bisa memberi rasa bagi orang lain bahkan bagi diri sendiri.

Apa sih yang menyebabkan orang mejadi tawar hatinya? Berikut saya punya catatan 5 hal yang menyebabkan tawar hati yaitu:

1. Kelelahan
To much trouble. Ada satu kisah seorang martha yang sibuk melayani sang guru saat diundang kerumahnya sementara saudara perempuan maria asyik saja duduk mendengarkan sang guru bercerita, hingga saat martha “kelelahan” ia pun jengkel dan protes pada sang guru.
Lain lagi dengan peristiwa saat sekumpulan team pergi naik gunung, namun karena dirasa tak kunjung tiba dipuncak gunung sebagian orang merasa “kelelahan” dan mulailah berpikiran yang tidak-tidak hingga akhirnya menyerah.
Kelelahan dalam bentuk apa saja akan menyebabkan “tawar hati” sementara tawar hati mengakibatkan putus harapan, tidak semangat lagi, merasa tidak mampu dan akhirnya mundur. Ketika kita tawar hati, confidential kita hilang, kecewa, capek pada keadaan. Biasanya akan menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan.
Bila kita tawar hati lalu melihat kenyataan dimana memang belum tiba sampai dipuncak gunung, belum terselesaikan masalah hidup dll, namun yang pasti jangan itu semua membuat kita menyerah. NEVER GIVE UP!
Ada satu tokoh yang berhasil meraih Noble, saat mendapatkan hadiah noble tersebut ia naik ke podium untuk menyampaikan pidatonya, dan blogger tau apa yang disampaikannya? ternyata hanya 3 kata yang diucapkan selama 3 kali, dia menyebutkan; Never give up, never give up, never give up!!!! (lalu tokoh ini pun turun dari podium).
Luar biasa, 3 kata yang diucapkan sebanyak 3 kali ini ternyata mengandung makna yang dalam sekali.

2. Kecewa / kegagalan
Tawar hati yang kedua dapat disebabkan karena kekecewaan atau kegagalan yang dihadapi dalam aspek apa saja. Merasa gagal menyelesaikan suatu masalah, kecewa dengan keadaan yang dihadapi, kecewa pada orang lain yang sudah membuatnya rugi, gagal dalam membangun bisnis barunya dsb. Hal ini pun dapat menyebabkan tawar hati hingga akhirnya menyerah, tidak mau mencoba lagi untuk memulai sesuatu yang baru, takut dengan masa lalu yang tak berhasil.

3. Rutinitas
Mengapa rutinitas dapat menyebabkan tawar hati?
Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan hanya karena rutinitas biasanya berakhir dengan pekerjaan atau kegiatan yang tanpa spirit. Rutinitas ini hanya menimbulkan monoton saja hingga akhirnya hanya keluhan-keluhan yang keluar dari pikiran, hati dan juga perkataan kita. Ada baiknya kita melakukan apa saja bukan hanya karena rutinitas, tapi miliki sesuatu target, ciptakan terobosan hingga kegiatan atau pekerjaan itu tidak menjadi sekedar rutinitas belaka meskipun hal itu kita lakukan selalu sama day by day, namun jika kita kemas sedemikian rupa maka segala yang rutinitas akan bisa menjadi sesuatu yang luarbiasa berbeda yang akhirnya membuat hati kita bergairah senantiasa.

4. Melakukan hal yang tidak kita sukai/ tidak cocok dengan bakat/talent kita.
Blogger, memang sulit kita maksimal mengerjakan segala sesuatu yang tidak kita sukai atau tidak cocok dengan bakat kita. Hal ini pun akhirnya bisa membawa hati menjadi tawar, tidak punya semangat, tidak bergairah, malas-malasan hingga akhirnya tidak maksimal dan bedampak kegagalan atau pun kekecewaan yang akhirnya merasa hanya melakukan sebuah rutinitas saja dan mulailah keluhan-keluhan keluar dan akhirnya mengambil keputusan untuk mundur.

5. Tekanan/intimidasi
Intimidasi atau tekanan bukan hanya dari pihak luar, tetapi intimidasi ataupun tekanan bisa juga terjadi dari diri sendiri melalui pikiran. Hanya karena kegagalan maka kita sudah berpikir bahwa kita ini orang yang gagal, orang yang tak berguna, orang yang bodoh dsb, pemikiran-pemikiran seperti ini tanpa kita sadari sudah menekan dan mengintimidasi kita sendiri. Intimidasi tau tekanan juga bisa terjadi dari orang lain yang terus menerus mengatakan bahwa kita orang yang bodoh, orang yang tak dapat dipercaya, kita selalu dikatakan pecundang yang akhirnya hati kita menjadi tawar dan tak bergairah untuk melakukan hal yang lain.

6. Hidup dalam ketakutan
Hidup dalam ketakutan akan masa depan atau saat ini dapat menyebabkan tawar hati. Ada beberapa hal yang membuat kita menjadi takut;
a. takut dikritik. Pepatah china mengatakan; orang itu maunya dipuji.
Orang besar adalah orang yang dipuji tapi tidak sombong dan orang yang dikritik tapi tidak jatuh. Orang yang takut dikritik sudah pasti adalah orang yang sangat mudah jatuh, hingga karena takut kritikan ini akhirnya menghambat semuanya dan menyebabkan ketawaran hati.
b. takut bertanggung jawab. Ciri orang takut untuk bertanggungjawab adalah selalu melemparkan tanggungjawab kepada orang lain. Tidak instropeksi diri hingga akhirnya merasa tak mampu dan hal ini dapat menyebabkan intimidasi pada diri sendiri dan akhirnya tawar hati.

 

Penyebab hati mejadi tawar diatas dapat diatasi dengan catatan beberapa dibawah ini.
1. Menata kembali prioritas.
Tatalah kembali prioritas dalam hidup kita hingga akhirnya kita dapat mencapai kemaksimalan hidup. Selain itu kita ciptakan keseimbangan hidup. Buatlah hidup kita menjadi balance. Konsentrasikan pada hal yang paling menghasilkan dalam hidup kita. Seringkali kita hanya focus pada kelemahan atau kekurangan kita.

2. Menjadi oarng yang senantiasa mengingat Tuhan saat masalah datang. Seringkali saat masalah ada kita melupakan Tuhan hingga kita merasakan sendiri dan tak mampu untuk mengatasinya. Hidup seumpama sinetron, katakan saja seperti cinta fitri, sinetron alisa dan lain-lain. Saat epidose 29 fitri disakiti, epidose 30 fitri dikhianati, episode 31 fitri diculik namun saat diepisode 50 tetap saja berujung pada happy ending. Demikianlah hidup kita, ada episode dimana kita harus melalui banyak tantangan dan persoalan hidup, namun bila kita selalu melekat dengan Tuhan maka pada episode tertentu kita dapat diangkatNya hingga menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang. Untuk itu libatkan Tuhan dalam segala hal.

3. Tolak semua tawar hati.
“Virus” tawar hati ini dapat menular, untuk itu jaga hati kita agar tetap bergairah dan “hidup”. Lakukanlah sesuatu yang menyemangati diri sendiri denga mengucapkan hal-hal positif pada diri sendiri sehingga timbul semangat baru senantiasa dan tawar hati?

Jadi tawar hati?? Siapa bilang?

diambil dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s