setidaknya aku punya DIA


hari ini bangun pagi, gara2 pintu kamar di gedor-gedor ade gw jam 8 pagi..
diajak pegi sarapan keluar tapi gw males.. walo abis itu, langsung bangun..
tapi ttep aja dateng ke greja telat.. wekzz… maapin Tuhan @_@

kenapa judul posting nih hari “setidaknya aku punya DIA”?!?!
sebenernya cukup sdikit meres otak buat nyari ni mau dikasih apa ni judulnya..
so tercetuslah kata-kata itu di kepala gw.. cuma dasar kata-kata itu gw dapet darimana??
nah ini ceritanya…

hari ini ibadah, sbenernya si aga ga konsen.. cuma berusaha fokus puji n sembah Dia..
then waktu youth leader gw kotbah, isi kotbahnya si ga terlalu gimana banged buat gw..
tapi pas mau closing, dia ada kasih satu ilustrasi yang touched banged >.<

ada seorang anak yang ingin sekali mengikuti suatu lomba lari..
satu kali anak tersebut ikut dalam suatu perlombaan lari..
di garis start, saat anak itu bersiap-siap untuk memulai pertandingannya..
rasa kuatir, gugup, tegang, dll menyelimuti dirinya..
dan ketika pertandingan dimulai, anak itu berusaha sekuat tenaga untuk berlari sekencang-kencangnya..
namun beberapa meter setelah garis start, anak itu jatuh tergelincir..
beberapa penonton ada yang menyorakinya..
betapa malu yang dirasakan oleh anak itu, namun ketika dia menengadah..
dia melihat sang ayah yang tetap memberikan dia semangat, ‘ayo nak, kamu masih bisa berlari’
dengan semangat yang diberikan sang ayah, si anak berusaha bangkit dari jatuhnya..
dan dia mulai berlari kembali dengan segala tenaga yang masih ada pada dirinya..
namun beberapa meter kemudian, anak itu terjatuh kembali..
dan kali ini bukan hanya sorakkan ataupun ejekkan yang diterimanya, bahkan beberapa orang menertawai dirinya..
rasa malu yang datang berkali-kali lipat lebih daripada sebelumnya..
anak itu sempat berpikir, ‘andai saja ketika aku jatuh pertama, aku tidak melanjutkan pertandingan, pasti aku tidak akan mendapat malu untuk yang kedua kalinya’
namun dia mendengar suara sang ayah dan kemudian dia mencoba kembali menengadahkan kepalanya, di sana dia masih melihat ayahnya berteriak-teriak memberi semangat kepada anak itu..
sang ayah tidak mengejek juga tidak menertawakan tapi terus berkata ‘bangkit nak! kamu bisa! pertandingan ini belum berakhir’
dengan semangat dan kekuatan dari sang ayah, si anak akhirnya mencoba untuk terus berlari dan sampai di garis finish..
walaupun tidak sampai di garis finish sebagai juara pertama, tapi akhirnya dia mendapatkan tepukkan tangan yang jauh lebih meriah daripada pelari yang pertama kali sampai..
karena penonton melihat perjuangan yang dilalui oleh si anak tersebut..
sang ayah sudah menunggu di garis akhir dan berkata, ‘engkau sudah mengakhiri pertandingan ini dengan baik, nak’

gw terdiam waktu dicritain ilustrasi di atas [walaupun ilustrasinya gw gambarin ulang dg apa yang di otak gw]
seolah cerita itu jadi salah satu penguatan yang Tuhan berikan sama gw, buat hal-hal yang terjadi sama gw akhir-akhir ini.. ada 2 hal yang nge-rhema buat gw..

pertama
pertandingan belum usai.. kapan pertandingan usai?? yap sama seperti anak itu, yang uda ditunggu sama ayahnya di garis finish.. waktu dia ketemu ayahnya di garis finish, so saat itulah pertandingannya usai..
pertandingan di hidup gw juga belum usai, karena gw belum ketemu sama “Babe” di garis finish..
gw masih ada di track pertandingan yang mungkin masih akan sangat panjang..
kalo kemarin-kemarin gw ngrasa udah banyak yg terjadi en berubah, kita samain aja itu cuma site checkpoint nya..
tapi itu bukan akhir dari pertandingannya.. so teruslah berjuang, nak ^_^

kedua
pertandingan yang dipenuhi oleh banyak rintangan.. ketika kita lengah melihat rintangan yang ada, atau di satu titik kita ga sadar dan terjatuh karena rintangan itu.. saat itu, sama seperti sikap penonton ketika melihat anak itu terjatuh, kita juga seringkali mengalami hal yang sama.. ketika kita terjatuh, orang-orang di sekitar kita malah mencemooh, memojokkan, menertawakan, meninggalkan bahkan menghakimi kita.. itukah yang seseorang butuhkan ketika terjatuh?? gw rasa ngga, mereka mungkin lebih butuh uluran tangan untuk mengangkat mereka ketika jatuh..
tapi pada kenyataannya di dalam hidup, hal seperti itulah yang terjadi..
tapi berita baiknya, ga semua orang seperti itu.. seperti yang gw bil “beberapa penonton”..
sumtimes kalo kita diperlakukan demikian oleh beberapa orang, pandangan kita langsung berubah..
kita berpikir bahwa ga ada satupun orang di dunia yang mau peduli sama hidup kita..
tapi kenyataannya tidak, sekalipun iya.. masih ada satu pribadi lagi yang rasanya ga mungkin buat Dia untuk ga peduli sama hidup kita.. yaa, dalam cerita itu yang gw maksud adalah sang ayah.. ketika anaknya terjatuh, sang ayah ga bilang anaknya bodoh, ga ada harapan ataupun hal-hal lain yang menjatuhkan anaknya lebih dalam lagi.. tapi sang ayah terus memberikan dukungan kepada anaknya.. dimana posisi anak itu, sang ayah pasti berada tidak jauh darinya untuk terus memperhatikan anaknya..

yak makanya kenapa gw bilang “setidaknya aku punya Dia”, walaupun gw tau pertandingan gw belon berakhir..
walaupun gw tau pertandingan akan semakin berat di depan..
walaupun gw tau ada banyak orang yang udah berlari jauh di depan gw..
walaupun banyak orang mencemooh gw.. atau bahkan ketika seisi dunia menertawakan gw..
tapi setidaknya gw masih punya DIA, yang slalu nemenin gw di masa-masa tersulit gw..
kenapa cuma masa gw sebut masa tersulit??
karena buat nyari orang untuk nemenin kita senang-senang itu terlalu mudah..
tapi waktu kita susah, ga usah deh ngebantu.. nemenin aja pada ga sudi..
en DIA juga yang slalu menerima gw apa adanya.. walaupun berkali-kali gw jatuh..
DIA slalu setia en dengan sabar trus menunggu gw sampai gw menyelesaikan pertandingan ini..
DIA ga liat jadi juara berapa kita, tapi bagiNYA ketika kita sampai di garis finish..
DIA sudah membuka tanganNYA untuk memeluk kita dengan erat, en berkata

You’ve done your job well, son..
I Love you

Advertisements

One thought on “setidaknya aku punya DIA

  1. ilustrasinya bagus 😀
    saya pernah mendengar ilustrasi yg mirip seperti ilustrasi diatas dari seorang pendeta jga.
    di ilustasi yg saya dengar, si anak seorang yg cacat mau mengikuti perlombaan lari tersebut, sedangkan dia berjalan masih menggunakan kursi roda. dia memohon meminta kepada papanya agar dapat mengikuti perlombaan itu. awalnya papanya keberatan. tapi, Akhirnya ia mengizinkan anaknya mengikuti perlombaan tsb dgn menggunakan kursi rodanya.

    saat perlombaan, si anak terjatuh dan tidak mampu mendorong kursi rodanya, papanyatrus memberi dia semangat dan bahkan papanya turun kelapangan membantu anaknya mendorong kursi rodanya, sambil mendorong kursi rodanya, papanya berkata sambil menangis “Ayo nak, kita bisa menyelesaikan semua ini..!” kita hampir sampai.
    semua penonton yg awalnya tertawa akhirnya terharu. garis finish kemudian disambung lagi buat mereka berdua, saat melewati garis finish penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah.
    si anak berkata dan memeluk papanya “aku sayang ayah 😥 .”
    “iya nak kita sudah selesai” kata sang ayah
    the end

    satu hal yg sy pelajari, betapa kasihnya seorang ayah kepada ayahnya, selalu membrikan support buat anaknya.
    sampai mengakhiri pertandingan.

    itu cerita yg saya dapat 🙂
    hehhe

    Tuhan mau kita mengakhiri sebuah pertandingan dengan baik sampai garis akhir dan memenangkannya.
    termasuk hidup kita.

    1 Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

    Tuhan memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s