Naik ke Puncak


Seperti biasa kemarin ada doa bersama dengan Princess of God..
Diawali dengan sharing, mulai saling menumpahkan apa yang mungkin selama ini cuma disimpan sendiri..
Gimana hambatan mereka sebagai seorang pemimpin baru yang sedang belajar untuk bertanggung jawab sama tugas yang dipercayakan ke mereka.. Setelah itu berdoa, gw dapet satu ilustrasi lagi yang gw bagiin ke mereka menjawab permasalahan yang ada sama mereka..

Gw yakin kita semua pasti pernah pergi ke puncak or ke dataran tinggi yang bisa melihat pemandangan di dataran rendah.. Sebenarnya dengan semua hal yang uda tersedia, dengan segala fasilitas yang ada, dengan segala kemewahan, dan dengan-dengan yang lainnya di Jakarta.. Bisa di bilang semua bisa aja didapatkan, semua sudah tercukupi..

Tetapi kalau kita perhatikan jika musim liburan tiba, masih saja banyak orang mau bermacet ria pergi ke Puncak.. Dengan menempuh jarak yang cukup jauh, tetapi juga dijamin dengan waktu yang sangat lama karena kepadatan kendaraan yang ada.. Seharusnya orang sudah bosan dan enggan untuk kembali ke sana jika harus selalu terjebak dalam kemacetan setiap kali pergi.. Namun tidak pernah orang bosan untuk pergi ke sana, karena sebenarnya banyak hal yang mereka ga bisa lihat ketika mereka berada di jakarta..

Ada sebuah analogi yang gw dapatkan dari kehidupan yang sangat dekat dengan kita itu, yang gw kaitkan dari curhatan anak-anak kemarin.. Mereka mengeluhkan kenapa sih banyak anak-anak yang susah banged diajak komsel, diajak greja, diajak hidup bener, dll..
Gw bilang sama mereka, kalo hidup orang-orang yang kaya gitu sama seperti orang-orang yang hidupnya di dataran rendah.. Mereka sudah cukup nyaman dengan hidup yang ada sama mereka saat ini.. Mereka berpikir kalo mereka ga butuh apa-apa lagi.. Karena apa yang ada di depan mereka sudah bisa memuaskan hidup mereka..

Ketika mereka diajak untuk pergi naik ke tempat yang lebih tinggi, mungkin mereka akan enggan.. Tempat yang lebih tinggi bicara soal kualitas hidup kita di mata Tuhan.. Semakin kita berada di tempat tinggi, semakin kita dekat kepada Allah kita.. Mereka enggan untuk komsel, untuk pergi gereja, untuk mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, untuk berdoa, untuk saat teduh, dll.. Mereka pikir tanpa itu semua, dunia tetap bisa memberikan apa yang mereka butuhkan..
Walaupun statement itu ngga 100% salah, tapi sebenarnya ada sesuatu yang mereka butuhkan cuma ga mereka sadari..
Sama hal nya seperti orang-orang yang ga bosan pergi ke Puncak, kenapa?
Karena banyak hal yang ga bisa mereka lihat bahkan mereka dapatkan kalau mereka tetap di bawah..
Kita sebagai orang-orang yang berada di tengah-tengah menuju perjalanan ke Puncak, sudah melihat beberapa hal tersebut.. Makanya sudah jadi tugas kita buat beritahu mereka bahwa ada hal-hal lain yang ga bisa mereka dapatkan dengan hidup biasa-biasa aja tanpa mau lebih lagi di dalam Tuhan..
Walaupun selama perjalanan menuju puncak, sering kali kita melihat jurang atau pemandangan yang kita lihat belum terlalu indah.. Yang membuat kita malas, ragu, kecewa untuk mengajak teman-teman kita ikut naik ke puncak.. Tapi percayalah ketika kita sudah sampai di puncak, ada lebih banyak hal lagi yang bisa kita dapatkan..

Pemandangan yang sangat menakjubkan hanya bisa kita lihat ketika kita sudah sampai di puncak gunung, sesuatu yang ga akan bisa kita dapatkan di dataran yang lebih rendah..
Hal ini bicara soal berkat Tuhan yang luar biasa.. Walaupun butuh usaha untuk sampai di puncak tapi Tuhan uda siapkan sesuatu yang ‘wah’ di atas sana hanya untuk orang-orang yang mau berusaha untuk datang mendekat sama DIA.. Apakah kamu orangnya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s