Hidup sebuah Bejana


Jadi teringat sama ilustrasi yang uda cukup lama pernah gw kasih ke anak rohani gw waktu gw jelasin tentang hidup yang maksimal.. Yang akhirnya tadi gw critain di kotbah gw hari ini yang gw kasih tema “diberkati untuk memberkati”..

Dulu gw bilang sama anak gw kalo hidup kita itu sama seperti sebuah bejana.. Bejana yang berada di sebuah pancuran air, katakanlah pancuran air itu air terjun.. Bejana yang diisi oleh curahan air terjun itu bicara soal hidup kita yang selalu diisi oleh berkat Tuhan yang ga pernah berhenti mengalir.. Kasih Tuhan yang selalu mengalir tiada henti di dalam hidup setiap kita..

Jika suatu saat bejana itu telah terisi penuh oleh air, lalu apa yang harus kita kerjakan sebagai sebuah bejana?
ada banyak option sebenernya, kita tetap berdiam diri di bawah curahan air terjun sampai air yang mengisi bejana menjadi luber keluar karena air ga lagi dapat tertampung..
Apakah air yang tercurah itu jadi berguna jika bejana itu sudah cukup penuh diisi oleh air?
Gimana cara supaya bejana itu berfungsi maksimal?
Kalau mau di lihat sedikit jauh, di tepi danau dimana air terjun itu ada, masih banyak bejana  yang masih kosong.. Ya, tugas kita sebagai bejana adalah menuangkan isi bejana kita ke bejana-bejana lain, yang masih kosong..
Membagi berkat yang kita terima ke orang-orang yang bahkan mungkin hidupnya ga seberuntung kita.. Ga hanya kita beruntung dalam keadaan ekonomi yang lebih baik tetapi juga mereka yang miskin akan kasih Kristus atau hal-hal lain yang seharusnya kita dapat berbagi kepada sesama tetapi lebih suka kita simpan untuk diri kita sendiri..

Setiap kali bejana kita diisi, maka sudah seharusnya kita menuangkan isi bejana kita kepada bejana-bejana lain yang masih kosong..
Semakin kita diberkati, kita harus semakin menjadi media Allah untuk memberkati sesama kita..
Percayalah jika kita semakin setia menjadi saluran berkat Allah untuk sesama kita, kita akan semakin diberikan hal-hal yang baru dari sumberNYA ^^
Bahkan berkat yang ga pernah dibayangkan sebelumnya, itulah yang Tuhan akan sediakan kepada kita..
Jika bejana kita yang sudah terisi penuh ga pernah kita tuangkan ke bejana yang lain, bagaimana bisa bejana kita terisi lagi dengan berkat-berkat yang baru yang ingin Tuhan berikan kepada kita? Kalau kita egois, hanya hidup bagi diri sendiri, kapan Allah bisa memakai hidup kita untuk kemuliaanNYA dan kapan Allah bisa memperlebar kapasitas kita?
Namun jika kita setia, Allah akan memperbesar kapasitas kita sebagai alatNYA..
Selain kita dapat menerima berkat-berkat yang baru dari Si Sumber Mata Air, kapasitas kita untuk menampung berkat Allah juga semakin besar..

So guys, belajar lah hidup untuk ga lagi egois..
Tapi miliki kerinduan untuk terus menjadi berkat bagi sesama karena lewat hal yang kelihatannya sederhana itulah sebenarnya kita telah melayani Raja kita ^^

keep on shinny my brother and sister 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s