my christmas eve


Wah sudah detik-detik menjelang 25 desember nih [nulisnya waktu itu]
Tapi kaki masih berasa banged pegelnya setelah tadi berjalan kaki mengelilingi bungur dan sekitarnya dengan rute bangau-golden-bangau-gunsa1-gunsa4-bangau.. hahahaha
Walaupun masih berasa n belum ilang-ilang rasa pegelnya tapi tetep seneng karena ‘rencana’ yang ingin dikerjakan di malam natal akhirnya kesampaian.. Keinginan yang sebenernya uda sempet gw tulis di blog gw beberapa minggu lalu, yang kalau mau jujur adalah keinginan gw sejak lama..

Tepat jam5 gw keluar dari rumah, janjian sama anak rohani gw untuk ngejalanin misi yang uda direncanain beberapa hari yang lalu.. Hal yang gw rindukan buat dikerjakan gw share ke anak rohani gw.. gw ngajak dia buat jalanin misi ini bersama.. Site pertama kami adalah golden, karena kami berencana buat beli 5 pack hokben buat dibagiin. Misi kami hari ini adalah membagikan kasih dan melahirkan Kristus di malam natal ini. Sebelumnya kami juga uda nentuin target yang mau kami kasih.. Yah walaupun pada akhirnya banyak rencana yang meleset dan tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya.. Mulai dari ngantri makanan di hokben sampe setengah jam lebih trus ketika mau menuju lokasi pertama, yaitu sebuah halte yang biasanya jadi tempat sebuah keluarga pemulung untuk tidur.. Di sana gw ga menemukan tanda-tanda keluarga itu akan tidur di sana malam ini, akhirnya gw sama anak rohani gw duduk berdua di halte itu en berdoa minta petunjuk.. hahahaha

Lalu perjalanan dilanjutkan menuju target berikutnya, lagi-lagi kami menemukan tempat yang biasa dijadikan tempat istirahat seorang bapak yang dikenal karena ‘aga stress’ pun ga ada orangnya.. Perjalanan pun dilanjutkan kembali ke target cadangan, but kami menemukan fakta yang ga jauh berbeda.. Sempet hopeless waktu itu, sambil berbisik di dalam hati ‘Please God, open the ways’
Akhirnya kami memutuskan untuk menelusuri jalan Gn. Sahari, dimana akhirnya gw menemukan seorang bapak yang sedang tidur beralaskan kardus. Lalu kami menghampirinya dan gw mencoba membangunkan bapak itu.. Ga banyak hal yang bisa dikerjakan karena daerah itu terkenal cukup rawan di malam hari, hanya memberikan makanan dan mengucapkan ‘Selamat Natal. Tuhan memberkati’ lalu kami pergi meninggalkan dia.

Ga jauh setelah meninggalkan bapak itu, kami menemukan seorang bapak sedang membersihkan gelas-gelas plastik yang mungkin adalah hasil yang telah dia kumpulkan hari ini. Kami pun kembali mendekatinya, sedikit berbincang dengan bapak itu dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Ternyata sekitar 2 meter dari tempat bapak itu ada sekumpulan cowo ga jelas yang melihat waktu gw en anak rohani gw kasih makanan ke bapak itu. Ketika gw melewati mereka, mereka mencoba meminta makanan yang kami bawa. Puji Tuhan, kami akhirnya berhasil melalui mereka karena Tuhan jagai kami.

Kaki terus melangkah sampai di Gn. Sahari 4, kami sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli minuman. Dari kejauhan gw melihat ada orang yang sedang tidur di jembatang busway di dekat sana. So gw memutuskan untuk menghampiri mereka. Ketika gw sampai, gw melihat seorang bapak dengan 2 anak perempuannya. Bapak itu sedang tertidur pulas beserta putrinya yang paling besar. Sedang si kecil sedang asyik bermain sendiri. Lalu gw mencoba membangunkan bapak itu dari tidurnya. Dengan bapak itu, gw sempet berbincang cukup banyak. Gw cukup salut dengan kegigihan bapak itu, dia tetap menjaga kedua putrinya meskipun dengan ekonomi yang mungkin kekurangan ditambah dengan kepergian istrinya yang pergi entah kemana. Gw pun memberikan makanan dan 1 stel baju anak dan sebuah baju ke bapak itu. Walaupun hanya sepotong baju bekas tapi setidaknya masih layak pakai dan semoga bisa menjadi berkat buat mereka. Senang rasanya ketika gw ngobrol dengan bapak itu, si kecil langsung mengambil makanan yang ada dan memakannya. Akhir kata karena gw ga ingin jadi pusat perhatian di sana, gw pun meninggalkan bapak itu dengan ucapan selamat natal dan Tuhan memberkati.

Site terakhir gw adalah menemui bapak yang menjadi target awal kami, ketika kami kembali ke tempat bapak itu ternyata bapak itu sudah tertidur dengan pulas. Kami aga takut untuk membangunkannya pada awalnya. Lalu akhirnya kami mencoba memberanikan diri, anak rohani gw yang kali ini maju duluan.. Dia tepuk-tepuk lengan bapak itu dengan maksud membangunkan dia dari tidurnya, namun bapak itu ga bangun-bangun. Sampai akhirnya gw yang mencoba membangunkan bapak itu. Ketika dia mulai membuka mata, dia langsung tersenyum. Mungkin masih tidak sadar dari tidurnya, ketika kami memberikan sekotak makanan dan sebuah baju, bapak itu hanya menjawab iya dan tersenyum. Lalu ketika kami sudah memberikan ucapan natal, dia langsung tertidur kembali.

Ehm.. senangnya malam ini, walaupun tubuh terasa amat sangat lelah tapi ada sukacita di ‘dalam’ yang ga bisa terbayar dengan apapun. Misi gw di natal tahun ini tercapai. Gw ingin berbagi kasih bersama orang-orang yang mungkin tidak seberuntung gw. Yah walaupun ga sesuai sama rencana awal tapi menurut gw semua sudah berjalan dengan baik J
Ya Tuhan biar Engkau benar-benar bisa lahir di hati mereka lewat apa yang sudah ku lakukan hari ini.
Thank You Jesus and Happy Christmas all

Advertisements

One thought on “my christmas eve

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s