Wait ‘Till You Are Older


Tepat kemarin juga sepulang dari acara cibfest, gw ga langsung pulang ke rumah. Tapi perjalanan berlanjut ke gereja, karena ada acara nonton bareng film “Wait ‘Till You Are Older” sama anak-anak dari Princess of God. Ngga nyangka banged kalau ternyata film itu bisa amat sangat memberkati. Gw percaya Tuhan pakai film itu buat jamah setiap orang yang kemarin nonton.

wait till you are older 1

Buat yang belum pernah nonton film ini, gw rekomendasiin banged deh. Filmnya si uda lumayan lama, film Asia gitu n yang main filmnya itu Andy Lau. Oukei.. gw ulas sedikit sinopsis filmnya. Jadi film ini tuh ceritanya tentang seorang anak yang berontak sama orang tuanya, bukan karena orang tuanya ga baik tapi hanya karena sedikit kesalahpahaman. Si anak merasa tidak cukup dikasihi oleh keluargabarunya karena mengira ibunya dibunuh sama ayah dan ibu barunya n ayahnya tidak pernah menjelaskan kebenarannya karena mengira anaknya belum cukup mengerti untuk dijelaskan keadaan yang ada.
Suatu kali si anak ketemu sama seorang kakek yang membuat sebuah ramuan yang mampu membuat sesuatu bisa lebih cepat besar. Si anak mencuri ramuan tersebut n singkat cerita si anak dalam semalam berubah menjadi seorang dewasa. Dalam perjalanannya menjadi seorang dewasa, dia melihat kehidupan orang dewasa yang begitu sulit dimengerti. Namun akhirnya dia mengerti akan keadaan keluarganya, Cuma ketika dia mengerti semua sudah terlambat. Karena dia semakin hari semakin tua n si anak menyadari akan kesalahannya di hari terakhir hidupnya.

wait till you are older 2

Cukup mengharukan ketika si anak di hari terakhir hidupnya melakukan rekonsiliasi dengan keluarganya. En itu cukup membuat yang nonton kemarin menangis tersedu-sedu. Yah maklum aja yang nonton cewe semua, hanya ada tamu-tamu kecil saja yang ikut nonton. Hehehe
Abis nonton, kita ambil waktu buat sedikit sharing. Gw bersyukur banged, ngga yang anak muda maupun yang ibu-ibu banyak mendapatkan sesuatu dari film itu. Malah yang gw sangka, ibu-ibunya lebih heboh nangisnya. Mereka ngungkapin isi hati mereka sebagai orangtua, bahwa mereka mengakui mungkin cara mereka ada yang salah ketika menunjukkan perhatian mereka. Walaupun apa yang mereka kerjakan sering disalahartikan sama anak-anak, tapi mereka sesungguhnya selalu ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka.
Anak-anak juga belajar buat menerima orangtua mereka apa adanya. Mereka mencoba memahami bahwa apa yang dikerjakan orangtua mereka adalah semata-mata buat kebaikan mereka. Mungkin mereka ngga mengerti tapi mereka mau belajar taat sama orangtua mereka kalau-kalau selama ini mereka terlalu sering memberontak.

Gw sendiri banyak bagi hidup gw. Bagaimana gw mengalami kisah yang hampir serupa, ketika gw masih SD, gw sering banged berontak sama nyokap. Yang masih gw inget sampai hari ini kalo waktu itu gw juga berpikir gw ingin cepet-cepet jadi orang dewasa biar tidak perlu dimarahin terus sama nyokap. En gimana gw hidup di bawah rule seorang bokap yang dulu gw sebut amat sangat overprotektif. Waktu SMP, gw hampir ga bisa mengikuti pergaulan teman-teman sebaya gw waktu itu. Temen-temen gw nyebutnya kalo gw dikurung di rumah. Sampai di bangku SMA pun, gw jarang banged bisa hang-out bareng temen-temen gw.
Dulu gw juga sama, ngga ngerti maksud baik dari sikap orangtua gw. Cuma hari ini, ketika gw menjadi orang yang ga cuma dewasa secara fisik tapi juga pemikiran, gw bisa bersyukur hidup dalam didikan orangtua yang seperti itu. Walaupun temen-temen main gw masih bilang gw kuper ataupun ngga asik karena ngga pernah ikut mereka yang suka pulang malem bahkan pulang pagi, gw ngga peduli. Kali ini gw yang memutuskan dan mengekang diri gw sendiri, bukan lagi bokap maupun nyokap gw. Gw tahu apa yang baik buat gw n yang ngga. En gw juga sudah mengerti bahwa apa yang orangtua gw lakukan di masa-masa yang lalu sepenuhnya buat kebaikan gw.

So kali ini gw juga mau ajak kalian yang baca postingan ini, buat belajar taatin semua kata orangtua kita [sejauh masih dalam kebenaran Firman]. Karena percaya lah bahwa ga sedikit pun terpikir di benak mereka ingin hidup anak-anaknya hancur. Walaupun kita ngga mengerti maksud dari sikap orangtua kita tapi seperti dibilang “wait till u r older”, kamu akan mengerti semuanya bahwa semua apa yang mereka kerjakan semata-mata hanya buat kebaikan kita.

Princess of God

Advertisements

4 thoughts on “Wait ‘Till You Are Older

  1. @ shenne : gw pikir film lama kaya gini, u uda pernah nonton.. soalnya gw uda beberapa kali nonton film ini.. tapi lupa juga kapan n dimana..
    bagus de kalo bisa jadi inspirasi lagi..
    cari aj filmnya di idws 😀

  2. @ stef : iya.. nonton lagi aja
    gw juga uda pernah nonton dulu, nonton lagi 3minggu lalu n nonton lagi minggu kemarin..
    masih aja air mata jatuh mengalir.. huhuhuhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s